Pemkab Labura Pastikan Jembatan Kelapa Sebatang Dibangun, Anggaran Rp2,4 Miliar Tahun 2026
Photo : Kadis PUPR labura bersama Ketua DPRD Labura Survey Ke Lokasi
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA – Kondisi jembatan di Desa Kelapa Sebatang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat, mendapat klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Labura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Dinas PUPR Labuhanbatu Utara, Simon Barus, menyampaikan jembatan yang dikeluhkan warga tersebut telah masuk dalam perencanaan penanganan infrastruktur pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026.
Menurut Simon, saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, menyampaikan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 miliar untuk melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut.
"Jembatan tersebut sudah dianggarkan dan direncanakan akan diperbaiki pada tahun 2026 ini, dengan anggaran sebesar Rp2,4 miliar," ujar Simon, Minggu (9/8).
Klarifikasi tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa kondisi jembatan yang menjadi akses penting masyarakat tersebut luput dari perhatian pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Simon menjelaskan, penanganan infrastruktur jembatan di Kecamatan Kualuh Leidong pada 2026 juga tidak hanya dilakukan pada satu titik.
Setidaknya terdapat tiga paket anggaran pembangunan dan rehabilitasi jembatan yang direncanakan direalisasikan di Kecamatan Kualuh Leidong sepanjang 2026.
"Pembangunan infrastruktur jembatan di Kecamatan Kualuh Leidong tidak hanya terfokus pada satu titik. Pada tahun 2026, terdapat tiga paket anggaran pembangunan dan perbaikan jembatan yang direncanakan akan direalisasikan di Kecamatan Kualuh Leidong," kata Simon.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, memperlancar akses transportasi masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kualuh Leidong.
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah keresahan warga Desa Kelapa Sebatang yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan tersebut.
Jembatan yang disebut dibangun sekitar 1982–1983 itu dilaporkan telah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian konstruksi. Warga menyoroti kondisi konstruksi atas maupun pilar yang dinilai telah mengalami penurunan akibat faktor usia serta pengaruh aliran air.
Kini, pemerintah melalui Dinas PUPR telah memberikan kepastian bahwa jembatan tersebut masuk dalam agenda rehabilitasi berat dengan pagu anggaran Rp2,4 miliar pada 2026.
Selain itu, adanya tiga paket pembangunan dan rehabilitasi jembatan di Kecamatan Kualuh Leidong menunjukkan bahwa penanganan konektivitas wilayah tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur pemerintah daerah.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor