Pemkab. Tapanuli Selatan Sedang Melakukan Perbaikan Infrastruktur Yang Rusak
Tanggul Jebol Akibat Banjir Bandang, Jaringan Irigasi Sawah Kekeringan, Petani Gagal Panen
AStongan Harahap Tokoh Masyarakat Desa Sibongbong Mengharap agar Pemerintah Kab. Tapanuli Selatan secepatnya Memperbaiki Kerusakan Jaringan Irigasi Sawah.
Tapanuli Selatan, Sigapnewssumut. – Program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto adalah pilar utama dari strategi transformasi bangsa yang menargetkan kemandirian penuh dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Kebijakan ini berfokus pada Percepatan Produksi Beras, jagung, dan protein, yang didukung oleh penetapan harga gabah, program perluasan lahan baru, dan pembagian makanan bergizi.
Untuk mencapai Target Program Presiden tersebut, maka Infrastruktur persawahan seperti Bendungan , Saluran Air Persawahan, Embung dan lain lain harus dalam kondisi baik, sehingga tidak terjadi gagal panen.
Bulan 25 Nopember 2025 lalu Wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara terjadi banjir bandang dan Longsor, sehingga banyak Irigasi Persawahan banyak yang rusak. Kemudian di Dusun Hasugian, Desa Siamporik Lombang, Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapanuli Selatan, juga terkena bencana Banjir Bandang, sehingga merusak infrastruktur utama seperti Tanggul Sungai Batang Angkola Jebol, bendungan Kering, dan Saluran Irigasi Sawah kering sepenjang 100 meter mulai dari Bendungan hingga ke Desa Sibongbong dan sekitarnya, terang Pak Ritonga Petani Sawah di Dusun Hasugian.
Akibat kekeringan Saluran air irigasi persawahan sekitar 1000 meter tersebut, mengakibatkan sekitar 50 an hektar sawah di hilir Bendungan Hasugian kekeringan, sehingga mengalami gagal panen Petani Sawah di Desa Sibongbong, Siamporik Lombang, dan sekitarnya sementara dalam kurun waktu Nopember 2025 hingga saat ini Juni 2026 petani sawah sudah bisa 2 kali panen, akibatnya Perekonomian Petani sawah menjadi menurun, terang Astongam Harahap selaku Tokoh Masyarakat di Desa Sibongbong, Kec. Angkola Selatan dalam jumpa PERS nya di Dusun Hasugian.
Lebih lanjut disampaikan bahwa memang beberapa waktu lalu, Alat berat telah diturunkan oleh Pihak Rekanan / Pemborong ke Lokasi Irigasi Persawahan yang telah tersumbat akibat Longsor Nopember 2025 lalu, namun Alat Berat nya sudah berangkat dari Lokasi, namun Tumpukan Batu kali dan pasir masih ada di Lokasi (Hilir Bendungan Hasugian). “Kita berharap agar Pihak Pemkab. Tapanuli Selatan dan Pihak Pemborong secepatnya memperbaiki Kerusakan Tanggul Sungai Batang Angkola yang Jebol (25/11-2025) lalu, karena Kekeringan ini memicu penurunan drastis pendapatan petani akibat gagal panen dan masalah hama, sehingga Bendungan bisa kembali normal berfungsi”, tutur Harahap.
Salman Harahap, S.H, Ketua HKTI Kab. Tapanuli Selatan didampingi Wakil Sekretaris HKTI, mengatakan bahwa “Melihat kondisi Saluran Air Irigasi yang mengalami kekeringan selama 8 bulan membuat petani 2 kali Tanam Sawah menjadi gagal panen, Dan saat ini Pemkab. Tapanuli Selatan melakukan perbaikan Infratruktur Persawahan, termasuk Rehabilitasi jaringan Irigasi Persawahan atau Normalisasi Saluran Membersihkan saluran irigasi dari endapan lumpur, bebatuan, dan material sisa banjir agar aliran air dapat kembali lancer demikian juga Membuat Tanggul SungaiBatang Angkola Dusun Hasugian yang Jebol, dan diharapkan agar secepatnya diselesaikan, demi mengakselerasi program swasembada pangan nasional, terang Salman. (UNH)
Editor :Uba Nauli Hasibuan,S.H.
Source : Pak Ritonga, Astongam Harahap, Salman Harahap