Gelar Reses, Martin Manurung Bahas Evaluasi Pengelolaan Desa dan Edukasi Keuangan Masyarakat
Photo : Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Martin Manurung reses di Aula Ahmad Dwi Syukur Aek kanopan
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA — Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, SE., MA., melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Selasa (20/10/26).
Kegiatan reses tersebut digelar di dua lokasi dengan agenda berbeda, yakni evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa serta edukasi masyarakat mengenai jasa keuangan, termasuk bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, dan judi online.
Rangkaian kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa, organisasi perangkat daerah (OPD), mitra kerja pemerintah, serta masyarakat.
Agenda pertama berlangsung melalui workshop bertajuk “Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa pada Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2026” di Aula Ahmad Dwi Syukur.
Workshop tersebut melibatkan para kepala desa dan OPD terkait, dengan menghadirkan mitra kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara.
Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Labura, Dr. Hj. Susi Asmarani, M.Si, anggota DPRD Labura dari Fraksi Partai NasDem, Dedy Pahlevi Hutapea dan Johan tersebut menjadi forum untuk membahas evaluasi pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan desa, termasuk pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan itu, pengelolaan keuangan desa menjadi salah satu perhatian penting agar program pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai workshop, Ketua kelompok Fraksi Nasdem ( Kapoksi) tersebut melanjutkan agenda reses di Aula Hotel Anugerah, Aek Kanopan. Kegiatan kedua ini dilaksanakan bersama mitra kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Utara.
Dengan mengusung tema “Edukasi kepada Masyarakat Terkait Jasa Keuangan, Waspadai Jebakan Pinjaman Online Ilegal dan Investasi Bodong”, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas masyarakat dan tim kerja MMC Labura.
Edukasi ini menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan yang legal, risiko pinjaman online ilegal, serta berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.
Masyarakat diharapkan lebih cermat sebelum menggunakan layanan keuangan, memeriksa legalitas penyelenggara, dan tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Dalam kesempatan itu, Martin Manurung memberikan perhatian khusus terhadap maraknya praktik judi online yang dinilai membawa dampak serius bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Martin menegaskan bahwa judi online memiliki daya rusak yang luar biasa. Menurut dia, praktik tersebut bukan hanya berpotensi merugikan kondisi keuangan seseorang, tetapi juga dapat mengancam masa depan generasi muda hingga memicu persoalan dalam rumah tangga.
“Judi online ini sudah sampai pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Dampaknya sangat merusak masa depan generasi muda bangsa ini. Saya ingatkan kepada semua yang hadir agar jangan sekali-kali mencoba bermain judi online. Sayangi keluarga dan anak-anak kita,” ujar Martin.
Peringatan tersebut menjadi bagian penting dari edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian daring yang berisiko menimbulkan kerugian finansial dan persoalan sosial.
Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan keluarga dan masa depan anak-anak perlu menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan, terutama ketika berhadapan dengan aktivitas keuangan yang berisiko.
Selain edukasi jasa keuangan, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran program beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada lebih dari 100 siswa.
Adapun Penerima beasiswa tersebut berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang ditujukan kepada siswa Sekolah Katolik Santo Yosep Aek Kanopan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlangsungan pendidikan dan membantu siswa memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.
Terpisah, Koordinator MMC Labura, Jaka Fernando, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dan masyarakat yang telah menghadiri rangkaian kegiatan reses tersebut.
Ia berharap kegiatan yang menghadirkan unsur pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat itu dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan peserta, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa dan pemahaman terhadap layanan jasa keuangan.
“Terima kasih kepada Pemkab Labura dan masyarakat yang sudah menghadiri kegiatan reses tersebut. Kiranya kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat banyak. Horas, horas,” ujar Jaka.(
DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor