PWI dan FKDM Binjai Satukan Komitmen Cegah Hoaks
Pengurus PWI Kota Binjai, foto bersama dengan Kabid Wasnas Bakesbangpol Kota Binjai, Muhammad Ihsan, dan Pengurus FKDM Kota Binjai, Senin (24/11/2025).
SIGAPNEWS.CO.ID | BINJAI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Binjai berkomitmen memperkuat kerjasama pencegahan dini berbagai potensi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam mencegah berita bohong (hoaks).
Komitmen bersama ini ditegaskan kedua organisasi menyikapi hasil pertemuan silaturahmi antara Pengurus PWI Kota Binjai dengan Pengurus FKDM Kota Binjai di Kantor Sekretariat PWI Kota Binjai, pada Senin (24/11/2025) siang.
Pertemuan ini juga membahas rencana kerjasama lanjutan yang diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), bukan hanya terkait pencegahan penyebaran hoaks dan gangguan kamtibmas, tetapi juga langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kerawanan di daerah seperti konflik sosial, radikalisme, terorisme, dan bencana alam, termasuk upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pelatihan UMKM berbasis digital dan ekonomi kreatif.
"Kita tahu, dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan jejaring sosial saat ini, penyebaran hoaks menjadi salah satu masalah paling krusial. Oleh karena itu, kita sepakat dengan FKDM untuk memperkuat kolaborasi pencegahan hoaks, terutama yang kerap beredar di media sosial," ungkap Ketua PWI Kota Binjai, Arma Delisa Budi.
Sebelumnya, Ketua FKDM Kota Binjai, Arif Rifani, menyebut pertemuan silaturahmi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan hubungan kemitraan dan penguatan peran dari masing-masing organisasi, demi menjamin terpeliharanya stabilitas kemananan di Kota Binjai.
"Mudah-mudahan kolaborasi FKDM dengan PWI dapat membantu dan mendukung terlaksananya berbagai program Pemerintah Kota Binjai, terutama dalam mengedukasi masyarakat, agar lebih sadar dan proaktif dalam melakukan pencegahan dini berbagai potensi kerawanan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional (Kabid Wasnas) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Binjai, Muhammad Ihsan, menjelaskan, FKDM merupakan organisasi kemasyarakatan plat merah yang dibentuk untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan dini di daerah.
Organisasi ini, sambungnya dibentuk atas dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor: 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah, yang menghimpun berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan unsur lainnya yang memiliki kepekaan dan kepedulian tinggi terhadap kondisi sosial, politik, ekonomi, lingkungan, dan keamanan di daerah.
Dalam hal ini, FKDM memiliki tugas utama untuk mendeteksi, menjaring, serta mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah mengenai berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) demi menjaga stabilitas sosial, politik, ekonomi, dan keamanan di daerah.
"Khusus FKDM Kota Binjai, secara keseluruhan jumlah anggotanya ada 51 orang, masing-masing terdiri empat pengurus di tingkat kota, 10 jajaran pengurus divisi yang tersebar di lima kecamatan, serta 37 petugas pengumpul bahan keterangan (pulbaket) yang masing-masing ditempatkan di 37 kelurahan," jelas Ihsan.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Wakil Bendahara PWI Kota Binjai, Muhammad Zainal Abidin Tanjung, Wardika Aryandi, dan Syahzara Solihin, serta Sekretaris dan Wakil Sekretaris FKDM Kota Binjai, Hendra Rianto, beserta sejumlah ketua divisi dan petugas pulbaket.
Editor :Wardika

