BNN Labura Gelar Press Release Akhir Tahun 2025
Kepala BNN Labura Muhammad Hendro Gelar Press Release Akhir Tahun 2025
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhanbatu Utara menggelar press release akhir tahun 2025 di Kantor BNNK Labura, Jln. Koptu Mahmud Lubis Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Senin (22/12/25). Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus transparansi publik atas kinerja BNNK Labura dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sepanjang tahun 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah awak media dari berbagai media online dan cetak, serta jajaran staf BNNK Labura. Press release dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Labura, Muhammad Hendro, yang memaparkan tantangan, capaian program, hingga keterbatasan sarana prasarana lembaganya.
Mengawali penyampaian, Muhammad Hendro mengajak seluruh undangan untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan, sehingga kegiatan rilis akhir tahun dapat terlaksana. Ia menegaskan bahwa ancaman narkotika saat ini semakin kompleks, seiring beragamnya modus peredaran, munculnya New Psychoactive Substances (NPS), serta jaringan kejahatan yang kian terorganisir.
“Situasi ini menuntut BNN sebagai leading institution untuk tetap agile dan adaptif, mengintegrasikan inovasi kebijakan, teknologi, serta sinergi lintas sektor agar strategi penanganan narkotika benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ujar Hendro.
BNN, kata Hendro, menegaskan perang terhadap narkoba bukan semata penindakan, melainkan upaya kemanusiaan yang menempatkan penyelamatan manusia sebagai tujuan utama. Pendekatan War on Drugs for Humanity diwujudkan melalui sikap tegas tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika, namun tetap menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia dengan menyediakan rehabilitasi bagi penyalahguna.
" Sepanjang 2025, BNNK Labura menjalankan berbagai program strategis. Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Labura berhasil membentuk 1 Desa Bersinar, yakni Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu. Program ini melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, sektor kesehatan, dan sosial untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dari narkoba", ucapnya menambahkan
Lebih lanjut, Mantan Kepala BNN Batu Bara tersebut, menyampaikan, Melalui Program Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP), BNNK Labura juga membentuk dan melatih 50 penggiat anti narkoba dari unsur masyarakat dan guru SMP sederajat. Hasil penilaian IKP mencapai 3,56, masuk kategori sangat mandiri.
Selain itu, program Ketahanan Keluarga menjangkau 20 pasangan keluarga dari Desa Londut dan Kanopan Ulu, dengan tujuan memperkuat komunikasi keluarga dan membangun keluarga bersinar. Sementara hasil indeks nasional masih menunggu penilaian resmi dari BNN RI.
" Pada kalangan remaja, BNNK Labura melalui program DEKTARI (Indeks Ketahanan Diri Remaja) membentuk 10 duta remaja anti narkoba dari SMP sederajat. Hasil penilaian menunjukkan indeks ketahanan remaja berada di angka 63,91, kategori sangat tinggi, yang menandakan kemampuan remaja untuk menolak penyalahgunaan narkotika", imbuhnya.
Dalam rangka pemulihan kawasan rawan narkoba, BNNK Labura melaksanakan program IKKR berupa pelatihan life skill budidaya pepaya di Desa Londut, melibatkan 20 peserta dari kalangan mantan pecandu dan kelompok rentan. Program ini diharapkan mendorong kemandirian ekonomi dan jiwa kewirausahaan.
" Disisi deteksi dini, sepanjang 2025 BNNK Labura melaksanakan 27 kegiatan tes urine narkoba dengan total sasaran 1.756 orang di lingkungan swasta, masyarakat, dan pendidikan. Dari jumlah tersebut, 48 orang dinyatakan positif dan langsung diarahkan untuk menjalani rehabilitasi", tandas Hendro.
BNNK Labura juga memperkuat layanan rehabilitasi melalui balai dan loka rehabilitasi, serta membentuk Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melatih 10 agen pemulihan dari Desa Londut dan Desa Tanjung Pasir. Agen ini bertugas menangani klien dengan tingkat kecanduan ringan dan coba-coba.
Sepanjang 2025, tercatat 38 orang pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika mengakses layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama Berkah BNNK Labura. Selain itu, layanan pasca-rehabilitasi diberikan kepada 30 klien guna memastikan keberlanjutan pemulihan dan reintegrasi sosial.
Muhammad Hendro juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana. Sejak Januari 2025, BNNK Labura berkantor di Aek Kanopan dengan status pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jumlah personel hanya 26 orang, dengan dukungan 4 kendaraan dinas, untuk melayani tiga wilayah kerja, yakni Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.
“Ini menjadi PR besar kami untuk tetap produktif di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Menutup rilis, Pria yang baru menjabat Kepala BNNK Labura itu
menegaskan komitmen untuk terus mengikuti transformasi BNN RI menjadi institusi yang adaptif, modern, dan trengginas, dengan memperkuat teknologi intelijen serta membangun ketahanan masyarakat yang mandiri.
Targetnya jelas, kata Hendro, mewujudkan Indonesia yang bukan hanya melawan narkotika, tetapi juga kuat menangkal ancaman narkoba demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi aman dan kondusif menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“War on Drugs for Humanity,” tutup Hendro.(D2)
Editor :Dedek Muhammad Noor