Perjuangan dari Balik Lapak Gorengan: Nurainun Pane Berangkat ke Tanah Suci
Calon jamaah haji Nurainun Boru Pane photo bersama keluarga di Aula Ahmad Dwi Syukur
SIGAPNEWS.COMID | LABUHANBATU UTARA — Di antara 118 calon jamaah haji Kloter 13 asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dilepas secara resmi pada Selasa (5/5/2026), terselip kisah keteguhan seorang perempuan sederhana dari sudut Pasar Aek Kanopan.
Ia adalah Nurainun Boru Pane (51), sosok ibu empat anak yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan gorengan. Perempuan kelahiran Mei 1975 itu telah puluhan tahun setia menggoreng pisang di tengah hiruk pikuk pasar, sebuah usaha yang ia rintis sejak 2005, setelah ditinggal suami pertamanya.
Dikenal akrab dengan sapaan Diana, perjalanan hidupnya tak pernah mudah. Dari balik wajan panas dan asap minyak, ia membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Hasilnya tak sia-sia—dua dari putranya kini mengabdi sebagai anggota TNI, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih masa depan.
Kini, langkah kecilnya dari lapak gorengan itu mengantarnya menuju perjalanan besar: menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Pelepasan rombongan haji tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus, dari Aula Ahmad Dwi Syukur. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi doa dan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji yang mabrur.
Berdasarkan data, total jamaah terdiri dari 49 pria, 66 wanita, serta 3 orang pendamping. Mereka diberangkatkan menggunakan tiga unit bus yang dibagi berdasarkan wilayah kecamatan.
Bus pertama mengangkut jamaah dari Kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan. Bus kedua diisi jamaah dari Kecamatan Na IX-X, Aek Natas, Aek Kuo, dan Kualuh Leidong. Sementara bus ketiga membawa jamaah dari Kecamatan Marbau dan Kualuh Hilir.
Dalam sambutannya, Bupati Hendriyanto Sitorus menegaskan bahwa jumlah jamaah haji asal Labura tahun ini mencapai 115 orang di luar petugas haji. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang sangat terbatas.
“Para jamaah calon haji yang berangkat tahun ini dari Kabupaten Labuhanbatu Utara berjumlah 115 orang ditambah para petugas haji. Oleh karenanya, manfaatkanlah kesempatan yang sangat terbatas ini dengan sebaik-baiknya. Niatkan di tanah suci hanya untuk beribadah kepada Allah SWT", tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci, serta menekankan kedisiplinan dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah.
“Agar bapak-ibu jaga nama baik Labuhanbatu Utara khususnya. Jaga disiplin. Patuhi ketua regu, ketua rombongan, para petugas haji. Kalau disiplin saya yakin insya Allah bapak ibu akan dapat melaksanakan rukun haji, wajib haji, sunat haji dan larangan haji, sehingga dapat dilaksanakan dengan sempurna,” tandas Bupati.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada para petugas haji—mulai dari PHI, TPIHI, TKHI, paramedis hingga PHD, agar menjalankan tugas secara maksimal dalam mendampingi jamaah.
Sebelum keberangkatan, rangkaian adat turut digelar berupa upah-upah dan tepung tawar (setawar dingin) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Samsul Tanjung sebagai bentuk doa dan restu.
Di tengah suasana haru pelepasan, kisah Nurainun menjadi potret nyata bahwa ibadah haji bukan semata tentang kemampuan finansial, melainkan juga tentang keteguhan hati, doa yang tak putus, dan perjuangan panjang yang akhirnya menemukan jalannya.
Dari pasar kecil di Aek Kanopan, langkahnya kini menuju Tanah Suci mewakili harapan banyak orang sederhana yang percaya, bahwa rezeki dan panggilan Tuhan akan datang pada waktu yang tepat.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor