Principal Director PT Socfindo, Nyoya Luluk Ikuti Pelatihan Pembuatan Tempe di Kebun Aek Pamienke
Principal Director PT Socfindo, Nyoya Luluk Ikuti Pelatihan Pembuatan Tempe di Kebun Aek Pamienke
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA — Kunjungan kerja Principal Director PT Socfindo, Nyoya Luluk
Williams, ke PT Socfindo Kebun Aek Pamienke mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, H. Samsul Tanjung.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, jajaran manajemen PT Socfindo menggelar berbagai agenda sosial dan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga di wilayah operasional perusahaan, khususnya di Kecamatan Aek Natas dan Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan rumah karyawan, kunjungan ke SDN 112322 Padang Nabidang di Kecamatan NA IX-X, penyerahan bantuan fasilitas pendidikan, pembagian hadiah, hingga ceremony penutupan kegiatan Tim Kumpulan Ibu dan Istri Staff Socfindo (KiSS).
Tidak hanya fokus pada sektor pendidikan, PT Socfindo juga menggelar pelatihan pembuatan tempe yang dipusatkan di Hall Lapangan Tenis PT Socfindo Kebun Aek Pamienke, Kecamatan Aek Natas. Program itu menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui keterampilan usaha rumahan berbasis pangan.
Kepala Tata Usaha (KTU) PT Socfindo Aek Pamienke, Dedy S, mengatakan pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Principal Director PT Socfindo, Nyoya Luluk Williams bersama sejumlah pejabat dan manajemen perusahaan.
“Pelatihannya dihadiri Nyonya Principal Director PT Socfindo, Luluk Williams. Turut mendampingi Ibu Hartaty M Tarigan selaku Ibu General Manager, Ibu Indun Sugihartana, dan dr. Michael Tamalate,” ujar Dedy, Sabtu (16/5)
Menurutnya, kegiatan itu juga dihadiri rombongan Tim KiSS, Group Man III PT Socfindo Irwan Sa’ban, jajaran pengurus PT Socfindo Aek Pamienke, Mukhsin Haji, Wakil Bupati Labura H. Samsul Tanjung, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perlindungan Tenaga Kerja Labura H. Rojali Sagala, Camat NA IX-X, Camat Aek Natas, Kepala Desa Bangunrejo, sejumlah kepala desa lainnya, hingga Lurah Bandar Durian.
Dedy menjelaskan, pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai proses produksi tempe yang higienis dan berkualitas, sebelum dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan tempe oleh peserta yang didampingi tim pelatihan perusahaan.
Peserta pelatihan berasal dari ibu-ibu PKK Desa Bangunrejo dan Desa Kampung Yaman yang dinilai memiliki potensi mengembangkan usaha pangan rumahan di tingkat desa.
Sebelum pelatihan dimulai, Nyoya Luluk Williams menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil berbasis kebutuhan lokal.
“Pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengolahan tempe sebagai produk bernilai gizi tinggi dan memiliki pasar yang luas,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas pelatihan, melainkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif yang mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami berharap para peserta nantinya mampu memproduksi tempe sendiri secara higienis dan berkualitas sehingga dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” tambahnya.
Secara terpisah, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara H. Samsul Tanjung menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian PT Socfindo Kebun Aek Pamienke yang terus menghadirkan program sosial dan pemberdayaan masyarakat di Labura.
Menurut Samsul, kegiatan seperti pelatihan keterampilan usaha sangat penting untuk memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi masyarakat desa.
“Kami mengapresiasi kegiatan pelatihan pembuatan tempe yang dilaksanakan PT Socfindo Aek Pamienke. Kami berharap kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Labura terus diwujudkan melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan produk tempe yang higienis, bernilai gizi tinggi, dan memiliki daya jual di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan menjadi simbol sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Labuhanbatu Utara.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor