Rizki Mardhatillah Ajak Mahasiswa dan Masyarakat "Melek" Politik
Rizki Mardhatillah, S.H. M.H. menerima piagam penghargaan sebagai narasumber dari Panitia Talkshow Caleg, Sabtu (11/11/2023).
SIGAPNEWS.CO.ID | BINJAI - Tokoh Milenial Kota Binjai, Sumatera Utara, yang dikenal juga sebagai Penggiat Politik dan Hukum Tata Negara, Rizki Mardhatillah, S.H. M.H., tampil sebagai narasumber dalam acara Talkshow Caleg (Cakap-Cakap Legislatif) yang berlangsung di Sundawani Hall Cafe and Resto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Sabtu (11/11/2023) lalu.
Selain Rizki, acara yang digelar dengan mengusung tema "Tugas dan Fungsi Legislatif dalam Mewujudkan Public Policy" dan dipelopori DPM STIT Al-Washliyah ini menghadirkan tokoh intelektual muda, Isminar, S.Pd.I. M. pd., selaku moderator, serta tiga narasumber lain, yakni Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Zainuddin Purba, S.H., dan Anggota DPRD Kota Binjai, H. Irhamsyah Putra Pohan, S.E..
Dalam ringkasan argumennya, Rizki Mardhatillah, S.H. M.H. menekankan pentingnya masyarakat memahami peran dan fungsi lembaga legislatif. "Patut kita pahami bersama, lembaga legislatif ini bagian daripada pembagian kekuasaan yang dicetuskan oleh John Locke. Oleh Montesqueu, konsep ini kemudian dikembangkan dengan istilah Trias Politica," ungkapnya.
Lebih jauh Rizki menyatakan, pembagian kekuasaan ini dapat disimpulkan sebagai fokus atau attack power untuk mewujudkan pencapaian dari sebuah kedaulatan, baik di antara legislatif selaku lembaga pembuat aturan, eksekutif selaku lembaga yang menjalankan aturan dan pelayanan, serta yudikatif selaku lembaga penegakan aturan, hukum, dan kehakiman.
"Dari ketiga (trias politica) lembaga kekuasaan ini, dua di antaranya dilahirkan dari peran partai politik atau gabungan partai politik, yakni legislatif dan eksekutif. Dengan regulatif peraturan yang berlaku," jelas politisi muda Partai Golkar tersebut.
Menyambut Pemilu 2024, Rizki pun turut mengajak seluruh komponen subjek hukum, baik kalangan masyarakat, maupun kaum intelektual atau terpelajar, khususnya mahasiswa, agar menjadikan momentum inj sebagai refleksi utama untuk mencapai harapan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Pemilu merupakan pesta rakyat, harus melek dan bersuka-cita menyambutnya. Bukan hanya bersuka cita mencoblosnya saja. Sebab hasil daripada pilihan kita juga menjadi harapan besar bagi kita seluruh rakyat Indonesia terkhusus di Kota Binjai," seru pria yang juga aktif di kepengurusan Depinas SOKSI ini.
Secara khusus Rizki menyebut, pimpinan eksekutif yang dihasilkan melalui proses Pemilu harus mampu melanjutkan pembangunan maupun kesejahteraan rakyat. Sebaliknya pimpinan legislatif yang dipilih rakyat juga dituntut mampu melahirkan legislasi atau kebijakan yang memihak bagi kemaslahatan umum.
"Tapi kalau salah memilih di Pemilu 2024 nanti, ya konsekuensi ataupun resikonya juga tidak main-main. Yang pertama rakyat menjadi objek penyesalan kembali, dan yang kedua berdampak salah dalam kebijakan. Artinya, salah memilih, maka salah kebijakan. Secara otomatis akan salah juga penerapannya, yang mengakibatkan kehancuran di segala sektor," ucapnya.
Editor :Wardika

