Pelaksana Proyek Pembangunan Jaringan Pipa SPAM Diminta Bekerja Profesional
Agung Ramadhan
SIGAPNEWS.CO.ID | BINJAI - Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kota Binjai, Sumatera Utara, Agung Ramadhan, meminta pelaksana proyek pemasangan pipa air bawah tanah untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Binjai Utara dan Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, agar bekerja profesional.
Pasalnya, aktivitas penggalian untuk jaringan pipa air telah secara langsung merugikan masyarakat. Selain menyebabkan badan jalan rusak, tumpukan material tanah sisa galian juga dibiarkan memenuhi tepi jalan hingga menyumbat saluran drainase.
Kondisi ini menyebabkan jalan umum yang menjadi jalur pemasangan pipa rawan kecelakaan karena permukaan aspal yang rusak dan tidak rata. Bahkan akibat adanya tumpukan material tanah sisa galian pipa menyebabkan pemukiman warga cenderung berlumpur dan rutin tergenang air, mengingat curah hujan di Kota Binjai relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini namanya, enak di orang, tapi susah di kami. Orang luar yang nikmati air bersihnya, kami warga Binjai malah yang sengsara, karena jalan yang biasa kami lewati malah rusak dan rumah kami juga ikut kebanjiran," ungkap Agung, Senin (16/12/2024).
Atas dasar itu dia pun meminta pelaksana proyek pemasangan pipa air bawah tanah untuk pembangunan SPAM menyegerakan perbaikan jalan rusak akibat pekerjaan tersebut, demi menjamin kenyamanan masyarakat dan meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar.
Secara khusus Agung juga meminta aparat penegak hukum (APH) agar dapat mendalami persoalan ini, karena disinyalir pekerjaan pemasangan pipa air bawah tanah pada proyek pembangunan SPAM, termasuk pengelolaan material sisa penggalian pipa, justru dikerjakan tidak sesuai standar.
"Apabila permintaan kami ini tetap tidak direspon dan masyarakat terus saja dirugikan, maka kita akan buat aksi demo, termasuk melaporkan persoalan ini ke Kejati Sumut dan Polda Sumut, bahkan bila perlu ke KPK. Sebab kami melihat adanya indikasi pelanggaran hukum di sini," ujarnya.
Editor :Wardika

