Sumut Foundation : Apresiasi Asbin Pasaribu, Angkat Marwah Kemenag Labuhanbatu
Direktur Eksekutif Sumut Foundation Andi Kurniansyah Sirait
SIGAPNEWS.CO.ID | MEDAN - Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Kurniansyah Sirait, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Labuhanbatu, Dr. H. Asbin Pasaribu, M.A., atas kiprah dan dedikasinya dalam membina madrasah dan pesantren di daerah. Menurut Andi, keberhasilan melepas dua santri Labuhanbatu untuk mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) VIII di Sulawesi Selatan merupakan bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Asbin Pasaribu.
Andi Sirait yang juga mantan Sekretaris Jenderal BEM IAIN dan seorang santri menegaskan, kehadiran sosok Asbin Pasaribu menjadi teladan birokrasi keagamaan yang visioner. “Pak Asbin telah menunjukkan komitmen luar biasa. Di tangan beliau, Kemenag Labuhanbatu bukan hanya sekadar institusi formal, melainkan motor penggerak lahirnya generasi santri cerdas, moderat, dan berdaya saing,” ujarnya, Selasa (23/9)
Lebih lanjut, Andi menilai keberangkatan Naufal Akhdan dari Pesantren Imam An Nawawy dan Yusuf Rizki Ramadani dari Pesantren Salafiyah Raudlatul Uluum merupakan buah dari kerja sama yang harmonis antara Kemenag dan pesantren. Ia pun memberikan penghargaan kepada para pimpinan pondok pesantren yang terus konsisten mendidik, membimbing, dan mencetak santri berprestasi.
“Kami di Sumut Foundation sangat menghargai peran pimpinan pesantren yang tidak pernah lelah membina generasi muda. Tanpa dedikasi mereka, tentu tidak mungkin muncul santri-santri berprestasi seperti Naufal dan Yusuf. Apresiasi tertinggi juga kami sampaikan kepada para kiai dan guru pesantren di Labuhanbatu,” tambah Andi.
Menurutnya, ajang MQKN tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah memperkuat moderasi beragama dan persatuan bangsa. Ia menyebut, visi besar yang digaungkan Asbin Pasaribu dalam mengembangkan pendidikan pesantren sejalan dengan cita-cita Sumut Foundation, yakni menghadirkan pendidikan agama yang inklusif, modern, dan berbasis nilai kebangsaan.
Andi juga menggarisbawahi bagaimana Kakan Kemenag Labuhanbatu mendorong berbagai program inovatif, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat melalui wakaf produktif, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan kampung moderasi beragama. “Inilah kepemimpinan yang visioner. Pak Asbin tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan pendidikan keagamaan di Labuhanbatu,” tegasnya.
Ia menambahkan, sosok Asbin Pasaribu telah mengangkat marwah Kemenag Labuhanbatu di mata publik. Bagi Andi Sirait, kiprah tersebut layak mendapat dukungan penuh, karena di baliknya ada semangat melahirkan generasi santri yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing di kancah nasional maupun global.
“Sebagai seorang santri, saya merasa bangga dan mendukung penuh langkah Pak Asbin Pasaribu. Kami di Sumut Foundation mendoakan agar dua santri utusan Labuhanbatu mampu meraih prestasi terbaik di MQKN VIII, sekaligus mengharumkan nama daerah. Ini adalah momentum emas bagi Labuhanbatu untuk meneguhkan diri sebagai daerah yang konsisten melahirkan santri unggul dan moderat,” tutup Andi Sirait.(Red)
Editor :Dedek Muhammad Noor