Korban Kecelakaan Jalan Rusak Bertambah, Riak Sumut Desak BBPJN dan Kontraktor Beri Kompensasi
Korban Kecelakaan Jalan Rusak Bertambah, Riak Sumut Desak BBPJN dan Kontraktor Beri Kompensasi
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA – Koordinator Riak Sumatera Utara, Amri Tambunan, mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) bersama kontraktor pelaksana proyek untuk bertanggung jawab atas maraknya kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Kanopan–Rantau Prapat yang hingga kini masih dalam kondisi rusak pasca pengerukan.
Desakan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya kecelakaan yang melibatkan seorang ibu dan anak di kawasan Jalinsum Desa Gunting Saga, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (12/6/2026) pagi. Kecelakaan itu diduga dipicu kondisi badan jalan yang belum diperbaiki setelah dilakukan pengerukan dalam rangka pekerjaan peningkatan jalan nasional.
Amri menilai pihak penyelenggara proyek tidak dapat lepas tangan terhadap dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, kondisi jalan yang dibiarkan tidak rata, berlubang, dan berdebu dalam waktu yang cukup lama telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
"Kami mendesak BBPJN Sumut dan kontraktor pelaksana agar bertanggung jawab terhadap para korban kecelakaan yang diduga terjadi akibat kondisi jalan yang belum selesai dikerjakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek infrastruktur," tegas Amri.
Berdasarkan pantauan di berbagai unggahan media sosial, kecelakaan di sepanjang ruas jalan bekas pengerukan bukanlah kejadian pertama. Sejumlah insiden serupa dilaporkan berulang kali terjadi, khususnya di Jalinsum Jalan Sudirman Aek Kanopan dan beberapa titik lainnya yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.
Warga setempat mengaku khawatir kondisi tersebut akan terus memakan korban apabila tidak segera ditangani. Selain permukaan jalan yang tidak rata, minimnya penanganan pasca pengerukan dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Amri juga mendesak agar pihak terkait segera mempercepat proses perbaikan jalan. Ia menegaskan bahwa ruas Jalinsum Aek Kanopan–Rantau Prapat merupakan jalur strategis yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, baik angkutan barang maupun kendaraan penumpang.
"Jangan sampai ada korban berikutnya baru dilakukan tindakan serius. Jalan nasional ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Perbaikannya harus segera dituntaskan," ujarnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Riak Sumut meminta adanya perhatian terhadap korban yang telah mengalami kerugian akibat kecelakaan, baik dalam bentuk bantuan maupun kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBPJN Sumut maupun kontraktor pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan yang terjadi maupun tuntutan kompensasi yang disampaikan Riak Sumut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor