Warga Terdampak Banjir di Binjai Lebih Dari Tiga Ribu Jiwa
Foto dari udara memperlihatkan kondisi pemukiman penduduk yang dilanda banjir luapan Sungai Mencirim, Kota Binjai, Jumat (06/10/2023).
SIGAPNEWS.CO.ID | BINJAI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Sumatera Utara, mencatat sebanyak 3.766 jiwa dari 1.001 keluarga menjadi korban terdampak banjir luapan Sungai Bingei dan Sungai Mencirim, Jumat (06/10/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Binjai, Imam Siswanto, saat diwawancara melalui Koordinator Pusat Pengendali Operasi, Muhammad Surya Wijaya, pada Sabtu (07/10/2023) pagi, mengatakan, daerah terdampak banjir meliputi tujuh kelurahan di empat kecamatan.
Seluruh wilayah itu meliputi Kelurahan Rambung Timur, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Kecamatan Binjai Selatan, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kelurahan Kebunlada, Kecamatan Binjai Utara, serta Kelurahan Setia, Kelurahan Berngam, dan Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota.
Adapun rincian jumlah korban, lanjut Surya, Kelurahan Rambung Timur terdapat sebanyak 353 jiwa dari 144 keluarga, Kelurahan Rambung Dalam sebanyak 125 jiwa dari 35 keluarga, Kelurahan Mencirim sebanyak 1.316 jiwa dari 329 jiwa, dan Kelurahan Kebunlada sebanyak 80 jiwa dari 20 keluarga.
Kemudian, di Kelurahan Setia terdapat sebanyak 1.772 jiwa dari 443 keluarga korban terdampak banjir, Kelurahan Berngam sebanyak 44 jiwa dari 11 keluarga, Kelurahan Tangsi sebanyak 76 jiwa dari 19 keluarga.
"Alhamdulillah, sampai saat ini kita tidak ada menerima laporan mengenai korban luka, hilang, atau meninggal dunia akibat banjir kemarin," ungkap Surya.
Sebagai langkah pencegahan, Personel BPBD Kota Binjai masih disiagakan melakukan monitoring kondisi cuaca dan perkembangan ketinggian air sungai di beberapa titik, khususnya di kawasan hulu Kabupaten Langkat.
"Kita juga ingatkan warga, terutama yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan dalam beberapa hari terakhir masih relatif tinggi," seru Surya.
Editor :Wardika

