Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum, Sudarija : Pentingnya Pendidikan bagi Wanita di Era Digitalisasi
Kadis Pertanian Labura drh Sudarija,M.M kini Resmi Menyandang Gelar Sarjana Hukum
SIGAPNEWS.CO.ID | MEDAN — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), drh. Sudarija, MM, kembali menorehkan capaian akademik. Pejabat yang dikenal aktif di birokrasi pemerintahan itu kini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (
SH) usai mengikuti Wisuda Program Magister dan Sarjana Universitas Darma Agung (UDA) Medan, Sumatera Utara, Sabtu (30/5/26).
Penambahan gelar tersebut menambah daftar latar belakang pendidikan yang dimiliki Sudarija, yang sebelumnya telah dikenal sebagai dokter hewan sekaligus pemegang gelar Magister Manajemen.
Dalam keterangannya usai prosesi wisuda, Sudarija mengungkapkan dirinya mengambil Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Fakultas Hukum Universitas Darma Agung.
“Saya mengambil Program RPL di Fakultas Hukum dan Alhamdulillah telah memperoleh gelar Sarjana Hukum. Pendidikan bagi saya adalah hak asasi yang krusial sekaligus investasi strategis. Tentunya agar mampu berkontribusi aktif memajukan kesejahteraan bangsa dan negara sesuai bidangnya,” ujar Sudarija.
Ia menilai, pendidikan bukan sekadar formalitas akademik ataupun simbol gelar semata, melainkan bagian dari proses membangun kapasitas diri untuk menghadapi tantangan zaman serta memperluas perspektif dalam pengabdian kepada masyarakat.
Namun demikian, perjalanan akademik yang ia tempuh tidak luput dari pertanyaan sejumlah rekan maupun orang-orang terdekatnya. Sambil bergurau, Sudarija mengaku sempat dianggap “unik” karena kembali diwisuda pada jenjang Sarjana Hukum meskipun telah mengantongi pendidikan magister.
“Agak aneh mungkin bagi sebagian teman, kok wisuda SH padahal sudah MM. Ya selain sebagai dokter hewan, saya aktif mengikuti kuliah sejak tahun 2021, baik Program Magister Manajemen maupun Magister Hukum, serta jenjang S3 yang saat ini sedang saya ikuti,” ungkapnya sembari tersenyum.
Pernyataan tersebut menggambarkan komitmennya terhadap prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), sebuah nilai yang menurutnya relevan bagi siapa pun, terlebih bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dituntut adaptif dan kompeten.
Dalam wawancara tersebut, Wanita alumni IPB itu juga mengutip sejumlah pesan moral yang ia peroleh pada momentum wisuda. Menurutnya, pendidikan maupun gelar akademik harus dimaknai lebih luas daripada sekadar pencapaian pribadi.
Ia merinci enam nilai penting yang harus dijadikan pegangan, yakni, Pembelajaran Sepanjang Hayat (Lifelong Learning, Kombinasi Kecerdasan dan Karakter, Adaptasi dengan Dunia Kerja, Inovatif dan Kreatif, Pengabdian kepada Masyarakat, Menjaga Nama Baik Almamater
Lebih jauh, Sudarija menegaskan bahwa menjaga kerendahan hati dan akhlak mulia menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan.
“Menjadi manusia yang selalu rendah hati dan berakhlak mulia tidaklah mudah. Menghormati orang tua dan menyayangi sesama manusia menjadi bagian penting dalam kehidupan,” tuturnya.
Sebagai seorang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Wanita kelahiran 21 Juli tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan daerah yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani pendidikan di tengah tanggung jawab kedinasan.
“Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati yang telah memberikan izin kuliah di samping saya tetap menjalankan tugas kedinasan, serta keluarga yang selalu memberikan doa-doa terbaik,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, Sudarija menyampaikan harapan dan doa agar seluruh pihak senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan hidup, dan semangat dalam menjalankan tugas serta pengabdian di berbagai lini kehidupan.
“Akhirnya kepada Allah saya berserah diri dan berdoa agar kita semua diberikan kesehatan, panjang umur, diberi kebaikan-kebaikan dalam hidup, serta mampu sukses melaksanakan tugas di sendi kehidupan kita masing-masing. Tetap bersemangat tentunya. Aamiin YRA,” pungkasnya.
Editor :Dedek Muhammad Noor