Diduga Bunuh Diri di Rel Kereta Api, Mahasiswi Keperawatan Tewas Mengenaskan di Labura
Tim Piket fungsi Polsek kualuh hulu melakukan evakuasi terhadap korban bunuh diri
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA – Warga Kabupaten Labuhanbatu Utara digegerkan dengan peristiwa tragis yang menewaskan seorang wanita muda di perlintasan rel kereta api di Desa Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Jumat (5/6/26) malam.
Korban diketahui bernama Indah Indriani (22), seorang mahasiswi keperawatan yang masih menempuh pendidikan di salah satu institusi kesehatan di Kabupaten Asahan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu sontak menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat kabar adanya seorang perempuan yang diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan duduk di atas rel kereta api.
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani Br Barus S.H.,M.H, yang turun langsung ke lokasi kejadian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, Tim piket fungsi Mendapat laporan dari masyarakat dan petugas terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga sengaja berada di lintasan rel sebelum kereta api melintas.
"Pada hari Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, saudara Selamat mendapat informasi dari Bambang yang menerangkan bahwa anaknya, Indah Indriani, sedang duduk di perlintasan rel kereta api di Desa Perkebunan Membang Muda. Tidak lama kemudian, diperoleh kabar bahwa korban telah meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api U54 yang melintas dari arah Medan menuju Rantau Prapat," ujar Kapolsek kepada wartawan
Lebih lanjut ia mengatakan, Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian bunuh diri, korban diduga sempat terlibat cekcok dengan orang tuanya.
"Informasi yang kami peroleh, sebelum peristiwa itu terjadi korban sempat mengalami perselisihan atau cekcok dengan orang tuanya, sehingga korban diduga nekat melakukan aksi bunuh diri" kata AKP Citra Yani.
Kondisi korban saat ditemukan, masih kata Kapolsek, sangat mengenaskan. Benturan keras dengan kereta api menyebabkan tubuh korban mengalami kerusakan berat hingga beberapa bagian tubuh terpisah.
"Hasil yang ditemukan di TKP, korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengalami kerusakan parah akibat tertabrak kereta api, Sementara hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD Aek Kanopan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana.", tandas Kapolsek mengakhiri.
Usai proses identifikasi dan olah TKP, petugas kepolisian bersama tim medis melakukan evakuasi jenazah ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Pihak keluarga korban selanjutnya membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban. Hingga Jumat malam, kasus itu masih menjadi perbincangan warga sekitar yang tidak menyangka wanita muda yang dikenal tengah menempuh pendidikan keperawatan itu harus mengakhiri hidupnya secara tragis.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis, masalah keluarga, maupun persoalan pribadi lainnya agar tidak mengambil langkah ekstrem dan segera mencari bantuan dari keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, atau layanan konseling yang tersedia.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor