Gelar Rakor Tim TPPS, Kadis DPPKB Labura : Meningkatkan Sinergi dan Efektivitas Penurunan Stunting
Rakor Tim TPPS, Kadis DPPKB Labura : Meningkatkan Sinergi dan Efektivitas Penurunan Stunting
LABURA - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terus memperkuat langkah konkret dalam menekan angka stunting. Melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025 yang digelar di Aula Ahmad Dewi Syukur, Rabu (5/11), Pemkab menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan produktif.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendriyanto Sitorus, SE., MM, melalui Pj. Sekretaris Daerah Dra. Hj. Susi Asmarani, M.Si, serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Labura sekaligus Ketua TPPS, Dr. H. Samsul Tanjung, ST., MH. dan Kadis Dppkb Labura Erni Melinda Napitupulu.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Pj. Sekda, disampaikan bahwa pemerintah pusat melalui BKKBN telah menetapkan sejumlah program strategis nasional quick win guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Program-program tersebut antara lain GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta SUPERAPPS Keluarga yang mengintegrasikan berbagai layanan keluarga dalam satu platform digital.
“Program ini bukan hanya upaya administratif, tetapi langkah nyata untuk membangun keluarga berkualitas dari hulu ke hilir, dimulai dari perencanaan keluarga hingga pemantauan tumbuh kembang anak,” ujar Pj. Sekda dalam sambutan tertulis Bupati.
Sementara itu, Wakil Bupati Samsul Tanjung menegaskan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memperkuat strategi penanganan stunting di lapangan.
Menurutnya, penurunan angka stunting tidak dapat dicapai hanya melalui intervensi kesehatan, tetapi juga harus ditopang oleh perbaikan akses sanitasi, pola asuh, ketahanan pangan, dan layanan gizi masyarakat.
“Masih banyak tantangan yang kita hadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga pola hidup masyarakat. Namun dengan kerja sama, komitmen, dan semangat gotong royong, saya yakin target Labura bebas stunting bisa kita wujudkan,” ujar Samsul dengan tegas.
Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi antar-perangkat daerah, dunia usaha, dan lembaga masyarakat. Harapannya, implementasi program penurunan stunting dapat berjalan efektif dan terukur di seluruh kecamatan.
Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Labura, Erni Melinda Napitupulu, saat dikonfirmasi wartawan menuturkan bahwa kegiatan berjalan lancar dan produktif, dimana tujuan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting ini adalah untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas pelaksanaan program penurunan stunting serta menyatukan komitmen dan memastikan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting berjalan optimal di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
“Rakor TPPS ini kami gelar untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan, agar pelaksanaan program percepatan penurunan stunting berjalan optimal di Kabupaten Labuhanbatu Utara,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan masalah multidimensi yang berkaitan dengan masa depan generasi bangsa. Anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan
“Karena itu, upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, terarah, dan berkesinambungan, dengan berkolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan pentingnya peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan.
Dengan komitmen kuat dari seluruh jajaran pemerintahan dan dukungan masyarakat, Pemkab Labura menargetkan angka stunting dapat terus ditekan secara signifikan hingga 2025, sejalan dengan visi nasional mewujudkan Indonesia Emas 2045.(D2)
Editor :Dedek Muhammad Noor