OPINI
Ancaman Meningkatnya PHK, Pengangguran dan Kemiskinan di Sumut Harus Dihadapi Optimistis
Adv. Dr Minggu Saragih SH MH: Kepala Departemen Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera dan Akademisi Fak Hukum Universitas Prima Indonesia Medan
JELANG Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 yang akan di peringati di seluruh dunia pada tanggal 1 Mei 2026, tepatnya pada Jumat pekan depan, menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa guna menghadapi tantangan geo politik dan ekonomi global yang semakin hari semakin tidak menentu.
Dampak konflik yang berujung peperangan di Timur Tengah antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat menjadi faktor dan dampak penyebab akan terjadinya guncangan hebat dalam Politik dan Ekonomi yang berdampak ke seluruh negara tak terkecuali Indonesia dan Khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Sehingga seluruh elemen bangsa wajib bersatu dan bahu membahu untuk bisa bertahan dan keluar dari situasi sulit saat ini.
Walaupun Kondisi Ketenagakerjaan di Sumatera Utara masih relatif stabil namun Pemerintah dan para pemangku kekuasaan wajib waspada, di Provinsi Sumatera Utara pada November 2025, jumlah angkatan kerja tercatat 8,42 juta orang, sedikit menurun dibanding Agustus 2025.
Jumlah Penduduk Sumut yang bekerja mencapai 7,97 juta orang, dengan peningkatan lapangan kerja terbesar terjadi disektor pendidikan. Sedangkan tingkat Pengangguran terbuka (TPT) tercatat di angka 5,28 persen, menurun sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
Angka Kemiskinan di Sumatera Utara pada September 2025, persentase penduduk miskin tercatat 7,24 persen, turun 0,12 persen poin dibandingkan Maret 2025 .
Penurunan ini setara dengan berkurangnya sekitar 12,2 ribu jiwa, sehingga jumlah penduduk miskin menjadi 1,13 juta jiwa di Sumatera Utara data September 2025.
Sedangkan Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan IV tahun 2025, ekonomi Sumut tumbuh sebesar 4,23 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) .
Sedangkan jumlah angkatan kerja masih berdasarkan data BPS pada November 2025, Jumlah angkatan kerja diangka 8,416 juta. Penduduk yang bekerja sebanyak 7,971 juta orang pada November 2025, dimana sebanyak 3,351 juta orang atau 42,04 persen bekerja pada sektor formal.
Berdasarkan data tersebut dimana angka Pengangguran Terbuka pada November 2025 masih di angka 5,28 persen dan di Kota Medan tingkat Pengangguran Terbuka tercatat di angka 7,99 persen walaupun ada penurunan 0,14 persen dibandingkan periode sebelumnya sebagaimana rilis BPS Kota Medan Desember 2025 .
Prediksi pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara pada tahun 2026 di proyeksikan di kisaran 4,9 persen hingga 5,8 persen berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi utama di Pulau Sumatera.
Pertumbuhan ini didorong oleh program Asta Cita, Investasi, dan makan bergizi gratis dan sektor penggerak pertumbuhan ekonomi lainnya seperti: sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan dan beberapa program potensial seperti implementasi program biodiesel B50 yang dapat mendukung kenaikan permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) .
Terkhusus efektivitas program Asta Cita mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga paket stimulus pendukung daya beli masyarakat serta iklim investasi yang relatif kondusif di Sumatera Utara sehingga mulai tampak peningkatan target investasi disejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.
Namun perlu diwaspadai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dampak dari geo politik dan ekonomi dampak dari ketegangan dan perang di Timur Tengah sehingga terjadi perlambatan ekonomi negara-negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, Negara di Timur Tengah dan Tiongkok.
Sehingga Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memperhatikan faktor-faktor penunjang lainnya seperti peningkatan skill tenaga kerja, serta pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dengan pusat pertumbuhan ekonomi seperti kawasan industri/ kawasan ekonomi khusus dan kawasan pendistribusian hasil usaha rakyat/hasil kebun petani.
Potensi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara harus dihadapi serius dan optimis dengan adanya perkembangan investasi yang sangat positif di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dimana berdasarkan keterangan dari Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (PT Kinra ) Arif Budiman sejak beroperasi tahun 2015 hingga 2025 hingga kuartal ke III, KEK Sei Mangkei berhasil merealisasikan investasi hingga 25,97 triliun rupiah dan menyerap 7.856 tenaga kerja.
Sehingga dengan strategi yang tepat, KEK Sei Mangkei bukan hanya motor penggerak ekonomi tapi juga bisa sebagai ikon tranformasi regional menuju kawasan ekonomi modern dan berdaya saing global, sehingga kenyamanan berusaha dan ketenangan bekerja di KEK Sei Mangkei sangat perlu dijaga oleh Pemerintah dan pemangku kepentingan serta seluruh elemen masyarakat.
Sehingga dengan kondusifitas akan terwujud ketenangan dalam berusaha dan kenyamanan dalam bekerja.
Akhir kata, untuk mencapai Pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, mencegah terjadinya PHK dan berkurangnya angka Kemiskinan maka seluruh elemen bangsa khususnya di Provinsi Sumatera Utara perlu bersatu dan berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut.
Sehingga peran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini seluruh OPD dan seluruh pemangku kepentingan dalam hal ini Dunia Usaha, Serikat Pekerja/Buruh, Akademisi, pers, dan organisasi masyarakat sipil lainnya perlu duduk bersama untuk menyatukan pemikiran, tindakan untuk Sumatera Utara yang Maju, Berdaya Saing dan Unggul dengan Kolaborasi semua elemen masyarakat bersatu dan bangkit.
Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026
Buruh/Pekerja Sejahtera Dunia Usaha Berjaya Negara Maju dan Kuat.
Penulis: Adv. Dr Minggu Saragih SH MH
Kepala Departemen Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia Wilayah Sumatera
Akademisi Fak Hukum Universitas Prima Indonesia Medan
Editor :Muradi