Bupati Labura Buka MTQ XVII dan FSQ XVIII, Tekankan Semangat Qurani di Tengah Efisiensi Anggaran
Pukul bedug, Bupati Labura Buka MTQ XVII dan FSQ XVIII tingkat kabupaten
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA — Bupati Dr H. Hendriyanto Sitorus,SE.,M.M resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII dan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVIII tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (14/5/26). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Ahmad Dwi Syukur itu mengusung tema “Wujudkan Generasi Qurani Melalui Harmoni Al-Qur’an dan Seni Qasidah dalam Membangun Karakter yang Religius dan Berkemajuan.”
Pembukaan ajang tahunan bernuansa religius tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat. Tampak hadir Wakil Bupati Samsul Tanjung, Kapolres Labuhanbat AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K.,M.Si, Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P.. Ketua DPRD Labura Rimba Batuah Sitorus, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Br Barus, S.H.,M.H, para dewan hakim dan juri, pimpinan OPD, serta tokoh ulama se-Labuhanbatu Utara.
Tahun ini, MTQ dan FSQ diikuti ratusan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Panitia mencatat sebanyak 316 peserta mengikuti cabang MTQ, terdiri dari 151 peserta laki-laki dan 165 perempuan. Sementara Festival Seni Qasidah diikuti 65 peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Hendriyanto Sitorus menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah hadir dan menjadi representasi terbaik dari masing-masing kecamatan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Festival Seni Qasidah kepada seluruh kafilah kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu Utara. Saudara-saudara, adik dan anak-anak kami sekalian adalah orang-orang terbaik di kecamatan masing-masing. Hari ini menjadi duta untuk mengharumkan nama diri sendiri maupun kecamatan,” ujar Hendriyanto di hadapan peserta dan tamu undangan.
Tak hanya menekankan aspek kompetisi, Bupati Hendriyanto juga menyoroti pentingnya membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an dan seni Islami. Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan arah pembangunan moral masyarakat di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah.
“Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah peta jalan kita di tengah keterbatasan. Sebagai Bupati Labuhanbatu Utara, saya ingin menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ dan FSQ tahun ini berlangsung di tengah masa efisiensi keuangan. Namun efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas, melainkan memangkas hal-hal yang tidak esensial,” katanya.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di daerah. Pemerintah daerah, kata dia, memilih konsep pelaksanaan yang sederhana namun tetap bermakna dan substansial.
“Kita gunakan panggung yang sederhana, tetapi diisi dengan hati yang khusyuk. Cukupkan perlengkapan yang esensial, sisanya adalah kekuatan niat dan keikhlasan. Mari manfaatkan aula, pendopo, masjid, dan sekolah tanpa harus menyewa venue mahal. Libatkan pemuda dan ibu-ibu majelis taklim dalam pelaksanaan teknis kegiatan,” tambahnya.
Bupati Hendriyanto juga mengingatkan para peserta agar menjadikan MTQ dan FSQ bukan semata ajang mengejar kemenangan, melainkan momentum introspeksi dan penguatan spiritual.
“Mari kita jadikan kompetisi ini sebagai bentuk muhasabah atau introspeksi diri, bukan sekadar kejuaraan. Bacalah Al-Qur’an dengan tajwid dan lagu yang menyentuh jiwa, serta bawakan qasidah yang mengajak kepada kebaikan,” tandasnya.
Kepada dewan hakim dan juri, bupati meminta agar penilaian dilakukan secara objektif namun tetap humanis. Ia menekankan pentingnya suasana pembinaan selama perlombaan berlangsung.
“Masa efisiensi bukan alasan menurunkan apresiasi terhadap usaha peserta. Ciptakan suasana pembimbingan di setiap sesi,” ucapnya.
Pelaksanaan MTQ XVII dan FSQ XVIII ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam memperkuat nilai religius di tengah masyarakat, sekaligus mencari bibit terbaik yang nantinya akan mewakili daerah pada ajang tingkat Provinsi Sumatera Utara.(DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor