DPPKB Labura Gelar Layanan MOW, 61 Perempuan Ikut Program KB Permanen
Photo : Kadis Dppkb Labura Erni Melinda Napitupulu berikan arahan dalam acara layanan MOW
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Labuhanbatu Utara sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Pelayanan tersebut berlangsung di RSU Sri Pamela Mambang Muda, Rabu (8/7).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Labura bersama BKKBN Provinsi Sumatera Utara sebagai upaya memperluas akses layanan kontrasepsi jangka panjang bagi masyarakat.
Kesempatan itu, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Samsul Tanjung, ST, MH, dalam sambutannya mengatakan program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya berfokus pada penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi lahirnya sumber daya manusia yang unggul.
"Pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga yang berkualitas akan melahirkan SDM yang mampu mendukung terwujudnya Labuhanbatu Utara Hebat, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan," ujar Samsul.
Ia juga mengapresiasi capaian DPPKB Labura yang dinilai berhasil mengharumkan nama daerah melalui prestasi program KB di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, Kepala Kerja KBKR BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Fifi Darviana, menjelaskan MOW merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang diperuntukkan bagi pasangan yang telah memutuskan tidak lagi menambah jumlah anak. Seluruh peserta, kata dia, telah mendapatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sebelum menjalani tindakan medis.
Menurut Fifi, capaian pelayanan KB di Kabupaten Labuhanbatu Utara saat ini menempatkan daerah tersebut di posisi empat besar di Sumatera Utara dengan realisasi mencapai 126 persen dari target yang ditetapkan.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas DPPKB Labura, Erni Melinda Napitupulu,S.KM., M.K.M., menyebut pelayanan MOW merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga melalui akses terhadap layanan kontrasepsi permanen yang aman dan efektif.
"Program Keluarga Berencana merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan keluarga sehat, berkualitas, dan sejahtera. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh akses informasi dan layanan kesehatan yang lebih baik," kata Erni.
Lebih lanjut, Wanita berparas anggun dan lemah lembut tersebut mengungkapkan, sebanyak 61 akseptor dari delapan kecamatan mengikuti pelayanan MOW tahun ini. Rinciannya, Kecamatan Kualuh Hulu sebanyak 10 peserta, Kualuh Selatan 9 peserta, Marbau 9 peserta, Aek Natas 7 peserta, NA IX-X 8 peserta, Aek Kuo 8 peserta, Kualuh Leidong 5 peserta, dan Kualuh Hilir 5 peserta.
" Selain mendapatkan pelayanan medis, para akseptor juga menerima biaya pengganti tidak bekerja sebagai bentuk kompensasi atas potensi kehilangan pendapatan selama menjalani tindakan operasi hingga masa pemulihan", ucapnya
Mengakhiri, Erni Melinda mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti program tersebut dan berharap pelayanan berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak RSU Sri Pamela Mambang Muda yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Semoga pelayanan KB terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang lebih berkualitas," Ujar perempuan yang dikenal dekat dan komunikatif dengan para wartawan itu.
Editor :Dedek Muhammad Noor