Lima Siswa Mual dan Pusing Usai Pembagian MBG, Kapus : Belum Terbukti Keracunan
Photo : Kapolsek Kualuh Hulu dan Jajaran sambangi Puskesmas Aek kanopan
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU UTARA — Beredarnya pemberitaan mengenai dugaan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menerima makanan bergizi gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, mendapat perhatian aparat kepolisian dan pihak terkait.
Untuk memastikan informasi tersebut tidak berkembang menjadi isu yang menyesatkan, awak media bersama jajaran Polsek Kualuh Hulu melakukan penelusuran langsung pada Sabtu, 12 September 2026.
Penelusuran dilakukan dengan mendatangi Puskesmas Aek Kanopan, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Aek Kanopan, serta kediaman salah seorang siswa yang sebelumnya mendapat perawatan medis. Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan informasi di lapangan sekaligus menggali keterangan dari pihak medis, sekolah, keluarga siswa, dan pengelola program MBG.
Sekitar pukul 09.43 WIB, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Br Barus, S.H., M.H., bersama rombongan dan awak media tiba di Puskesmas Aek Kanopan.
Di lokasi, rombongan bertemu dengan Katim Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Candrayanti Sinaga, S.KM., dan selanjutnya menunggu kedatangan Kepala Puskesmas Aek Kanopan.
Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Aek Kanopan, Widiana Yus, S.Kep., Ners., MKM., memang terdapat lima siswa SMP yang datang ke fasilitas kesehatan tersebut pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.
" Kelima siswa datang dengan keluhan berupa pusing dan mual-mual, hingga Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan awal dan memberikan perawatan terhadap para siswa, kondisi yang dialami para siswa diduga berkaitan dengan gangguan pencernaan, yang menimbulkan keluhan mual dan pusing", ujarnya
Namun demikian, lanjut kapus, dalam penelusuran tersebut belum ditemukan keterangan medis yang memastikan bahwa keluhan para siswa tersebut disebabkan oleh makanan bergizi gratis yang dibagikan pihak sekolah.
Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Puskesmas, terdapat siswa yang mengaku belum sarapan, sedang mengalami menstruasi, maupun tidak makan malam sebelumnya.
" Saat di interogasi, kelima siswa mengaku belum sarapan, dan juga sedang Haid, dan tidak ada tanda-tanda keracunan makanan, Setelah mendapatkan penanganan medis, kelima siswa tersebut diperbolehkan meninggalkan Puskesmas sekitar pukul 15.00 WIB dan kembali ke rumah masing-masing", ucap nya menambahkan.
Dari Puskesmas, sekitar pukul 11.12 WIB, tim APH dan awak media kemudian bergerak menuju SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Aek Kanopan. Rombongan diterima langsung Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Ilyas Harahap, S.Ag., S.H.
Menurut keterangan pihak sekolah, pembagian ransum makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, terdapat lima siswa yang mengalami penurunan kondisi kesehatan dengan keluhan mual dan pusing.
" Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah tidak mengambil risiko. Kelima siswa langsung dibawa ke Puskesmas Aek Kanopan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis, Setelah memperoleh obat dan penanganan dari tenaga kesehatan, kelima siswa tersebut dinyatakan dapat pulang sekitar pukul 15.00 WIB", kata kepala sekolah.
Fakta ini sekaligus menguatkan bahwa memang terdapat siswa yang mengalami keluhan kesehatan pada hari pembagian makanan. Namun, hubungan sebab-akibat antara makanan MBG dan keluhan kesehatan tersebut belum dapat dinyatakan secara pasti berdasarkan pemeriksaan awal yang tersedia.
Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan mendatangi kediaman salah seorang siswa, Hafiza, anak dari Herisriyani, di Lingkungan VI, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Berdasarkan keterangan orang tua dan siswa yang bersangkutan, kondisinya telah membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Keluhan yang masih dirasakan hanya berupa sedikit pusing dan sesekali mual.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran lapangan untuk memastikan keadaan siswa setelah mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
Sekitar pukul 12.35 WIB, seluruh rangkaian kegiatan penelusuran selesai. Situasi secara umum berlangsung aman dan kondusif.
Turut hadir dari Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Katim Pencegahan Penyakit Tidak Menular Candrayanti Sinaga, S.KM.; Kepala Puskesmas Aek Kanopan Widiana Yus, S.Kep., Ners., MKM.; KA SPPG Polres Labuhanbatu 2 Beni Irwanda, S.Kom.; serta Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Aek Kanopan Ilyas Harahap, S.Ag., S.H. (DMN)
Editor :Dedek Muhammad Noor